3 : Berapa Masa Retensi?

CONTOH KASUS :

Berapa tahun masa retensi pada sarana pelayanan kesehatan non Rumah Sakit ?

 

PEMBAHASAN DASAR HUKUM :

Penyusutan rekam medis adalah suatu kegiatan pengurangan berkas rekam medis dari rak penyimpanan dengan cara memindahkan berkas rekam medis in aktif dari rak file aktif ke rak file in aktif dengan cara memilah pada rak file penyimpanan sesuai dengan tahun kunjuangan. ( Dirjen Yanmed, 2006).

 

Dasar Hukum :

1. Permenkes No. 269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis terdapat pada pasal 9 yaitu

(1) Rekam medis pada sarana pealayanan kesehatan non rumah sakit wajib disimpan sekurang-kurangnya untuk jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat.

(2) Setelah batas waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilampaui, rekam medis dapat dimusnahkan

 

2. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. HK.01.07/Menkes/175/2018 tentang Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Kementrian Kesehatan bahwa rekam medis pada sarana pelayanan kesehatan non Rumah sakit jangka waktu penyimpanan aktif yaitu 2 (dua) tahun setelah tanggal terakhir berobat dan tidak ada masa inaktif atau dapat dimusnahkan. Antara lain : Rekam medis pasien rawat jalan, Rekam medis pasien rawat inap, Rekam medis pasien gawat darurat, Rekam medis pasien dalam keadaan bencana.

 

Kesimpulan :

Masa retensi pada sarana pelayanan kesehatan non Rumah sakit yaitu wajib disimpan sekurang-kurangnya 2 tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat. Jika batas waktu sudah terlampaui maka rekam medis dapat dimusnahkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *