Managemen Kesehatan 9

NASKAH UJIAN TENGAH SEMESTER

PENGELOLAAN REKAM MEDIS

Dosen: Nofri Heltiani, S.Si, M.Kes

 

1. Perekam medis di RS.X memiliki waktu dinas dari pukul 08.00 s.d 16.00 WIB  untuk memberikan pelayanan rekam medis setiap harinya sedangkan RS.X beroperasi 24 jam setiap harinya untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat yang mengalami keluhan pada kesehatannya.

Apakah yang harus dilakukan perekam medis apabila waktu dinasnya telah selesai?

a.   Menyiapkan formulir rekam medis berdasarkan kasus dan memberikannya kepada Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap.

b.  Menyiapkan rekam medis sementara dan memberikannya kepada Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap.

c.   Tidak mengunci pintu instalasi rekam medis agar petugas yang memerlukan rekam medis bisa mengambil langsung di rak penyimpanan.

d.   Memberikan kunci instalasi rekam medis kepada Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap yang membutuhkan.

e.   Menyediakan rak rekam medis di setiap Intalasi (rawat jalan, rawat darurat dan rawat inap)

 

2. Tn.Y harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS.X karena terkena serangan jantung pada saat beliau bermain tenis oleh teman bisnisnya.

Apakah yang harus dilakukan perekam medis di IGD RS.X terhadap Tn.Y?

a.   Meminta teman Tn.Y untuk menyelesaikan administrasi terlebih dahulu sehingga Tn.Y bisa mendapatkan pertolongan dari tim medis.

b.  Mempersilahkan tim medis untuk memberikan pertolongan kepada Tn.Y.

c.   Mempersiapkan berkas rekam medis untuk Tn.Y

d.   Mewawancarai Tn.Y tentang identitasnya.

e.   Memberikan berkas rekam medis milik Tn.Y kepada tim medis.

 

3. Tn.Y merupakan pasien IGD RS.X yang baru saja sadarkan diri akibat serangan jantung yang dialaminya.

Apakah yang harus dilakukan pertama kali oleh perekam medis IDG?

a.   Menyapa Tn.Y dan menanyakan keadaaannya “apakah sudah lebih baik?”, jika sudah lebih baik maka perekam medis bisa mewawancarai Tn.Y untuk mendapatkan identitas selengkapnya.

b.   Langsung mewawancari Tn.Y untuk mendapatkan identitas selengkapnya.

c.   Meminta Tn.Y untuk menyelesaikan adminitrasinya.

d.   Meminta KTP Tn.Y.

e.   Menanyakan Kartu BPJS Kesehatan milik Tn.Y

 

4. Kunjungan pasien Poliklinik Kandungan di RS.X pada tanggal 13 Maret 2019 sebanyak 50 orang yang terdiri dari pasien baru dan pasien lama. Setelah pelayanan di Poliklinik Kandungan selesai dilaksanakan, petugas poliklinik mengirimkan seluruh rekam medis pasien rawat jalan beserta rekapitulasi harian pasien rawat jalan ke Unit Rekam Medis.

Berapakah maksimal waktu unit rekam medis menerima berkas rekam medis pasien poliklinik Kandungan?

a.   1 jam sebelum berkahir jam kerja petugas Poliklinik Kandungan

b.   2 jam sebelum berkahir jam kerja petugas Poliklinik Kandungan

c.   3 jam sebelum berkahir jam kerja petugas Poliklinik Kandungan

d.  Maskimal 1×24 jam terhitung dari waku mulai pelayanan Poliklinik Kandungan.

e.   Maksimal 1×24 jam terhitung dari waktu selesai pelayanan di Poliklinik Kandungan.

 

5. Seseorang menelepon dan mengaku sebagai petugas asuransi dan meminta penjelasan tentang penyakit pasien untuk mengurus asuransinya.

Apakah yang harus perekan medis lakukan?

a.   Menganjurkan untuk si penelepon datang, menunjukan syarat-syarat yang dibutuhkan.

b.   Meminta kebenaran data datu identitas yang sebenarnya dari si penelepon.

c.   Dibacakan penyakit pasien sesuai catatan dalam rekam medis.

d.   Menghubungi dokter yang merawat untuk meminta penjelasan.

e.   Memberikan informasi secara langsung.

 

6. Perekam medis di Loket Pendaftaran bertugas melakukan registrasi. Perekam medis melihat beberapa formulir pendaftaran pasien baru tidak diisi oleh pasien. Terlihat oleh petugas, item data yang belum terisi adalah nama dan nomor asuransi pasien.

Apakah yang harus dilakukan perekam medis?

a.   Melakukan konfirmasi kepada pasien

b.   Mencoret isian pada formulir tersebut

c.   Mengisi data sebagai pasien umum

d.   Melanjutkan pekerjaan mendaftar pasien

e.   Meminta pasien untuk melengkapi lagi sampai lengkap

 

7. Seorang pasien berkunjung untuk pertama kalinya ke RS.A dan mendapatkan rekam medis yang merupakan catatan penting tentang riwayat penyakit pasien. Setelah pasien selesai pelayanan maka rekam medis milik pasien akn disimpan di ruang penyimpanan rekam medis

Bagaimanakah perekam medis menyimpan rekam medis pasien baru?

a.   Menyimpan rekam medis pasien berdasarkan nama pasien

b.  Menyimpan rekam medis pasien berdasarkan nomor pasien masuk (admission number)

c.   Menyimpan rekam medis pasien berdasarkan tanggal masuk pasien pertama kali.

d.   Menyimpan rekam medis pasien berdasarkan nomor kode diagnosis pasien (diagnitic kode number)

e.   Menyimpan rekam medis pasien berdasarkan nomor keluar pasien (discharge number)

 

8. An.R berusia 9 bulan datang bersama Ibu nya untuk Imunisasi campak ke RS.X untuk pertama kalinya.

Apakah yang harus dilakukan perekem medis di Tempat Pendaftaran Pasien?

a.   Menanyakan identitas pasien secara lengkap untuk dibuatkan KIB dan KIUP.

b.   Menanyakan keluhan pasien.

c.   Mempersiapkan formulir rekam medis An.R.

d.   Mencatat nama pasien pada buku registrasi.

e.   Mempersilahkan pasien menunggu di ruang tunggu.

 

9. Ny. W berusia 60 tahun datang ke RS. X untuk kontrol rutin menyakit batu ginjal yang dideritanya, karena sudah lansia dan terburu-buru menyebabkan KIB tertinggal di rumah dan KIUP Ny.W di lemari KIUP Rekam Medis RS. X juga tidak terlihat dan Ny.W lupa Nomor Rekam Medis miliknya.

Apakah yang harus dilakukan perekam medis?

a.   Meminta Ny.W untuk kembali pulang dan mengambil KIB miliknya.

b.   Meminta Ny.W untuk datang kontrol kembali besok dengan membawa KIB miliknya.

c.   Meminta Ny.W untuk menunggu di ruang tunggu antrian dan akan memanggil Ny.W dengan urutan yang paling akhir.

d.  Mengecek kembali pada Bank Nomor Rekam Medis berdasarkan nama dan tanggal masuk Ny.W.

e.   Menanykan kepada Dokter Penanggung Jawab Ny.W apakah Ny.W dapat diterima untuk kontrol penyakitnya.

 

10. Pada tanggal 23 Juli 2018 An.S datang ke RS.U untuk kontrol pada dokter spesialis anak dengan keluhan batuk tiada henti dan sudah berlangsung ±14 hari. Setelah selesai pemeriksaan dokter menganjurkan untuk dilakukan pemeriksaan penunjang (laoratorium) agar diketahui diagnosa yang menjadi praduga dokter.

Apakah yang harus dilakukan oleh petugas Instaasi Pemerisaan Penunjang (IPP) ketika An.S datang?

a.   Meminta surat pemintaan pemeriksaan penunjang.

b.   Meminta KIB An.S

c.   Mempersiapkan formulir pemeriksaan labiratorium.

d.   Mencatat kegiatan pelayanan ke dalam buku register.

e.   Menyiapkan specimen.

 

11. Pelayanan IGD RS.X mengutamakan pelayanan pasienterlebih dahulu karena kasusunya, kemudian pelayanan adminitrasinya akan tetapi RS.X memiliki Instalasi Rekam Medis yang tidak beroperasi selama 24 jam sehingga pelayanan rekam medis harus disiapkan agar tidak mengganggu pelayanan klinis, salah satunya adalah memperoleh nomor rekam medis sebelum pelayanan.

Apakah yang harus dilakukan petugas filing?

a.   Menyiapkan berkas rekam medis IGD baru yang telah dituliskan nomor rekam medisnya.

b.   Menyiapkan berkas rekam medis IGD baru tanpa dituliskan nomor rekam medisnya.

c.   Menyiapkan berkas rekam medis IGD baru yang telah dituliskan nomor rekam medis yang telah dialokasikan oleh fungsi assembling.

d.   Membuatkan nomor rekam medis pasien kunjungan baru IGD dengan dua digit terakhir dibuat XX.

e.   Membuatkan nomor rekam medis pasien kunjungan baru IGD dengan empat digit terakhir dibuat XX.

 

12. Perekam medis di RS.X memiliki waktu dinas dari pukul 08.00 s.d 16.00 WIB  untuk memberikan pelayanan rekam medis setiap harinya sedangkan RS.X beroperasi 24 jam setiap harinya untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat yang mengalami keluhan pada kesehatannya.

Apakah yang harus dilakukan perekam medis apabila waktu dinasnya telah selesai?

a.   Menyiapkan formulir rekam medis berdasarkan kasus dan memberikannya kepada Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap.

b.  Menyiapkan rekam medis sementara dan memberikannya kepada Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap.

c.   Tidak mengunci pintu instalasi rekam medis agar petugas yang memerlukan rekam medis bisa mengambil langsung di rak penyimpanan.

d.   Memberikan kunci instalasi rekam medis kepada Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap yang membutuhkan.

e.   Menyediakan rak rekam medis di setiap Intalasi (rawat jalan, rawat darurat dan rawat inap)

 

13. An.A datang dini hari dikarenakan mengalami muntah tiada henti yang disertai keluarnya keringat dingin pada seluruh tubuhnya ke IGD RS.X dimana Instalasi Rekam Medis-nya tidak beroperasi selama 24 jam.

Apakah yang harus dilakukan perekam medis pertama kali?

a.   Membuatkan Nomor Rekam Medis sementara.

b.   Membuatkan KIB dan KIUP sementara terlebih dahulu.

c.   Membuatkan Nomor Rekam Medis, KIB dan KIUP sementara.

d.   Mempersiapkan map rekam medis sementera.

e.   Mempersiapkan formulir rekam medis IGD.

 

14. An.A yang datang ke IGD RS.X dengan keluhan mundah muntah tiada henti yang disertai keluarnya keringat dingin dan memperoleh nomor rekam medis sementara serta telah mendapatkan pelayanan diketahui pernah berobat sebelumnya

Apakah yang harus dilakukan oleh perekam medis terhadap rekam medis An.A?

a.   Menyimpan rekam medis gawat darurat An.A di TPP-IGD dengan nomor rekam medis yang baru.

b.   Menyandingkan rekam medis awat darurat dan rekam medis lama di rak penyimpanan di raung filing.

c.   Menyatukan rekam medis gawat darurat An.A dengan rekam medis lama di ruang filing dan menggunakan nomor rekam medis yang baru.

d.  Menyatukan rekam medis gawat darurat An.A dengan rekam medis lama di ruang filing dan menggunakan nomor rekam medis yang lama.

e.   Menyatukan rekam medis gawat darurat An.A dengan rekam medis lama di ruang filing dan menggunakan dua nomor rekam medis (nomor rekam medis IGD dan nomor rekam medis lama).

 

15. Perekam medis di bagian assembling menerima berkas rekam medis dari rawat jalan, gawat darurat dan rawat inap untuk dilakukan perakitan sesuai dengan kronologi penyakit pasien yang bersangkutan, kemudian berkas rekam medis dilakukan analisis kuantitatif dan kualitatif. Setelah berkas rekam medis dinyatakan lengkap baru rekam medis akan disimpan di rak filing. 

Apakah yang dilakukan perekam medis pertama kali pada saat menerima berkas rekam medis tersebut?

a.   Menyortir berkas rekam medis yang diterima berdasarkan nomor rekam medis.

b.   Merakit kembali berkas rekam medis sesuai dengan kronologi penyakit pasien yang bersangkutan.

c.   Menganalisis kuantitatif berkas rekam medis.

d.   Menganalisis kualitatatif berkas rekam medis.

e.   Memfilingkan berkas rekam medis.

 

16. Pada tanggal 15 Maret 2016 Tn.B datang untuk berobat ke RS.D dengan status sebagai pasien baru dan mendapatkan Nomor Rekam Medis. Tiga hari kemudian TN.B kontrol ulang kembali katarak pada kedua matanya dengan status pasien lama kunjungan baru dan Tn.B kembali mendapatkan Nomor Rekam Medis akan tetapi Nomor Rekam Medis yang ia peroleh berbeda dengan Nomor Rekam Medis sebelumnya. Pada tanggal 26 Maret 2016, Tn.B kembali datang ke RS.D dengan status pasien lama kunjungan baru karena akan melakukan operasi katarak pada kedua matanya dan kembali mendapatkan Nomor Rekam Medis dan berbeda dengan Nomor Rekam Medis sebelumnya.

Apakah sistem penomoran rekam medis di RS.D tersebut?

a.   Penomoran Rekam Medis

b.  Penomoran Seri

c.   Penomoran Seri-Seri

d.   Penomoran Unit

e.   Penomoran Unt Seri

 

17. Pada tanggal 15 Maret 2016 Tn.B datang untuk berobat ke RS.D dengan status sebagai pasien baru dan mendapatkan Nomor Rekam Medis. Tiga hari kemudian TN.B kontrol ulang kembali katarak pada kedua matanya dengan status pasien lama kunjungan baru dan Tn.B kembali mendapatkan Nomor Rekam Medis akan tetapi Nomor Rekam Medis yang ia peroleh berbeda dengan Nomor Rekam Medis sebelumnya. Pada tanggal 26 Maret 2016, Tn.B kembali datang ke RS.D dengan status pasien lama kunjungan baru karena akan melakukan operasi katarak pada kedua matanya dan kembali mendapatkan Nomor Rekam Medis dan berbeda dengan Nomor Rekam Medis sebelumnya.

Apakah yang harus pertama kali dilakukan perekam medis pada semua Nomor yang telah diberikan?

a.   Mencatat semua Nomor Rekam Medis Tn.B tersebut pada Kartu Indeks Utama Pasien miliknya.

b.   Mencatat semua Nomor Rekam Medis Tn.B pada buku registrasi pasien.

c.   Mencatat semua Nomor Rekam Medis Tn.B tersebut pada bank nomor rekam medis.

d.   Mencatat semua Nomor Rekam Medis Tn.B tersebut pada berkas rekam medis kunjungannya.

e.   Mencatat semua Nomor Rekam Medis Tn.B tersebut pada Map Rekam Medis.

 

18. Pada tanggal 15 Maret 2016 Tn.B datang untuk berobat ke RS.D dengan status sebagai pasien baru dan mendapatkan Nomor Rekam Medis. Tiga hari kemudian TN.B kontrol ulang kembali katarak pada kedua matanya dengan status pasien lama kunjungan baru dan Tn.B kembali mendapatkan Nomor Rekam Medis akan tetapi Nomor Rekam Medis yang ia peroleh berbeda dengan Nomor Rekam Medis sebelumnya. Pada tanggal 26 Maret 2016, Tn.B kembali datang ke RS.D dengan status pasien lama kunjungan baru karena akan melakukan operasi katarak pada kedua matanya dan kembali mendapatkan Nomor Rekam Medis dan berbeda dengan Nomor Rekam Medis sebelumnya.

Apakah yang harus perekam medis setelah Tn.B selesai memperoleh pelayanan?

a.   Menyimpan Rekam Medis Tn.B sesuai dengan tempat kunjungan yang telah dilakukannya.

b.  Menyimpan Rekam Medis Tn.B sesuai dengan Nomor Rekam Medis yang telah diperolehnya.

c.   Menyimpanan Rekam Medis Tn.B sesuai dengan tanggal masuk.

d.   Menyimpan Rekam Medis Tn.B seuai dengan kode diagnosis.

e.   Menyimpan Rekam Medis Tn.B sesuai dengan tanggal keluar.

 

19. Tn. Y datang dan berobat ke Poliklinik THT RSU Mutiara Bunda Bengkulu sebagai pasien baru, akan tetapi Tn. Y tidak diberi KIB serta KIUP oleh perekam medis di loket pendaftaran dan hanya memiliki nomor rekam medis yang dicatat dalam buku register. Apabila Tn Y datang berobat kembali, maka akan perekam medis di loket pendaftaran akan melihat buku register dengan menanyakan nama dan tanggal kunjungan terakhir berobat dan Tn. Y akan mendapatkan nomor rekam medis yang baru.

Sistem penomoran pada RSU Mutiara Bunda Bengkulu dikenal dengan?

a.   Serial Numbering System

b.   Unit Numbering System

c.   Serial-Serial Numbering System

d.   Unit-Unit Numbering System

e.   Serial Unit Numbering System

 

20. By. Ny. N harus dirawat insentif di ruang perina RSU Ummi Bengkulu karena memiliki Hb 10.6 pada saat dilahirkan pada tanggal 14 Agustus 2017 dan harus ditransfusi sebanyak 2 kantong darah. By. Ny. N mendapatkan KIB dan KIUP sebagai pasien baru serta memiliki nomor rekam medis yang dapat dipergunakan untuk semua pelayanan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan RSU Ummi Bengkulu. Sistem penomoran pada RSU Ummi Bengkulu dikenal dengan?

a.   Serial Numbering System

b.  Unit Numbering System

c.   Serial-Serial Numbering System

d.   Unit-Unit Numbering System

e.   Serial Unit Numbering System

 

21. RS.X melakukan pemberian nomor cara unit untuk setiap pasien yang datang dan berobat, baik rawat jalan maupun rawat inap. Pada saat seorang pasien berkunjung dan berobat pertama kali ke RS.X maka pada pasien tersebut diberikan satu nomor (admitting number) yang digunakan selamanya untuk setiap kali kunjungan.

Dimanakah perekam medis menyimpan berkas  rekam medis setelah selesai pelayanan?

a.   Di dalam Map Rekam Medis

b.   Di dalam Map Rekam Medis yang berbeda-beda sesuai dengan tanggal kunjungannya.

c.   Di dalam Map Rekam Medis yang berbeda-beda sesuai dengan tangga kepulangan pasien.

d.   Di dalam satu kode diagnosis pasien

e.   Di dalam satu Nomor Rekam Medis miliki pasien yang bersangkutan.

 

22. Seorang Bayi Baru Lahir (BBL) mendapatkan Nomor Rekam Medis, Kartu Identitas Berobat (KIB) dan Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP), pada saat kontrol Ibu si Bayi lupa membawa KIB, maka perekam medis di Loket Pendaftaran menggunakan KIUP untuk mengetahui Nomor Rekam Medis nya.

Apakah Sistem Penomor yang digunakan?

a.   Serial Numbering System

b.  Unit Numbering System

c.   Serial-Serial Numbering System

d.   Unit-Unit Numbering System

e.   Serial Unit Numbering System

 

23. Pada tanggal 14 September 2017 adalah jadwal By.Ny.N dengan status pasien lama untuk imunisasi BCG dan polio. Ketika Ibu Bayi akan mendaftarkan Bayi ternyata KIB bayi tersebut lupa dibawa.

Apakah yang harus diakukan perekam medis di loket pendaftaran?

a.   Membuatkan KIB Bayi yang baru

b.   Membuka Bank Nomor Rekam Medis

c.   Membuka buku registrasi pasien

d.  Mengambil KIUP si bayi di lemari KIUP untuk mencari data yang diperlukan.

e.   Membuatkan rekam medis yang baru untuk si bayi dan mengatakan rekam medis yang lama tidak berlaku lagi

 

24. Nn.A berkunjung ke Poliklinik Mata RS.X sebagai pasien baru dan mendapatkan No.RM 12-27-65, dimana RS tersebut memiliki kebijakan menggunakan sistem penomoran unit.

Apakah makna dari No.RM 12-27-65 tersebut?

a.   jumlah kunjungan pasien rawat jalan

b.   Jumlah total pasien

c.   Jumlah kunjungan pasien

d.  Jumlah pasien yang dilayani

e.   Jumlah kunjungan pasien dan jumlah pasien yang dilayani

 

25. An.X didiagnosa oleh dokter terkena leukemia yang menyebabkan An.X harus selalu kontrol rutin untuk memonitor perkembangan pengembatan terhadap penyakit yang dideritanya, sehingga menyebabkan rekam medis An.X menjadi tebal.

Apakah yang harus dilakukan perekam medis?

a.   Berkas Rekam Medis yang terlalu tebal dibiarkan menjadi tebal agar riwayat pengobatannya cepat ditelusuri.

b.   Berkas Rekam Medis yang terlalu tebal dipecah menjadi menjadi dua atau beberapa map dan masing-masing map pecahan diberi identitas pasien yang lengkap.

c.   Berkas Rekam Medis yang terlalu tebal dipecah menjadi menjadi dua atau beberapa map dan masing-masing map pecahan diberi nama pasien yang sama dengan tambahan keterangan misalnya “Vol.1 dari 2”, “Vol.2 dari 2” dan sebagainya.

d.   Berkas Rekam Medis yang terlalu tebal dipecah menjadi menjadi dua atau beberapa map dan masing-masing map pecahan diberi nomor rekam medis yang sama dengan tambahan keterangan misalnya “Vol.1 dari 2”, “Vol.2 dari 2” dan sebagainya.

e.   Berkas Rekam Medis yang terlalu tebal dipecah menjadi menjadi dua atau beberapa map dan masing-masing map pecahan diberi identitas pasien (nama dan nomor rekam medis) yang sama dengan tambahan keterangan misalnya “Vol.1 dari 2”, “Vol.2 dari 2” dan sebagainya.

 

26. Tn. Z datang dan berobat ke Poliklinik Syaraf RSU MMC Bengkulu sebagai pasien lama untuk kontrol rutin setiap bulannya. Setiap kali kunjungan Tn. Z diberikan nomor rekam medis yang sama oleh perekam medis di loket pendaftaran. Setelah selesai kontrol berkas rekam medis Tn. Z akan dibawa ke ruang filing, dikarenakan Tn. Z adalah pasien lama maka perekam medis akan mencari berkas rekam medis terdahulu dan menggabungkan dengan berkas rekam medis saat ini.

Sistem penomoran pada RSU MMC Bengkulu dikenal dengan ?

a.   Serial Numbering System

b.   Unit Numbering System

c.   Serial-Serial Numbering System

d.   Unit-Unit Numbering System

e.   Serial Unit Numbering System

 

27. Perekam medis di RS.X mengalami kerepotan dalam mencari dan/atau mengumpulkan rekam medis milik pasien yang terpisah-pisah untuk dijadikan satu map (folder) rekam medis sehingga riwayat penyakit dan pengobatan pasien mudah untuk dimonitor di ruang penyimpanan.

Apakah yang harus dilakukan oleh perekam medis untuk mengatasi masalah tersebut ?

a.   Memberikan petunjuk keluar pada rekam medis yang akan digabungkan menjadi satu map (folder) rekam medis.

b.   Mengganti sistem penomoran terdahulu dengan sistem penomoran unit.

c.   Mengganti rekam medis yang terdahulu dengan Map Rekam Medis yang baru.

d.   Menyiapkan Map Rekam Medis yang banyak.

e.   Menyediakan ruang tambahan (lowong)  untuk sub rak rekam medis.

 

28. Pada tanggal 15 Juni 2019 By.Ny.C berkunjung sebagai pasien lama ke Poliklinik Anak RS.A untuk imunisasi campak. By.Ny.C diberi nomor rekam medis baru setiap kali berkunjung dan nomor-nomor rekam medis tersebut dicatatan ke dalam KIUP beserta tanggal kunjungannya dan setelah By.Ny.C selesai imunisasi perekam medis akan menyimpan berkas rekam medis di ruang filing.

Bagaimanakah perekam medis menyimpan berkas rekam medis By.Ny.C tersebut?

a.   Menyimpan berkas rekam medis di folder baru dengan nomor rekam medis baru sesuai dengan tanggal kunjungannya.

b.   Menyimpan berkas rekam medis di ruang filing sesuai dengan nomor rekam medisnya.

c.   Menyimpan berkas rekam medis di folder rekam medis baru dan menggabungkannya dengan folder rekam medis kunjungan terakhirnya.

d.   Menyimpan berkas rekam medis di ruang filing dengan cara menggabungkannya dengan folder rekam medis sebelumnya.

e.   Menyimpan berkas rekam medis saat ini dengan cara mencari folder berkas rekam medis terdahulu sesuai dengan nomor rekam medis dan menggabungkannya.

 

29. Pada tanggal 15 Agustus 2017 Tn. Arnold Mononutu dirawat intensif karena diagnosa Demam Berdarah. Tn. Arnold Mononutu  merupakan pasien yang pertama kali dirawat di RS. X  di Medan.

Bagaimanakah perekam medis menuliskan penamaan Tn. Arnold Mononutu?

a.   Tn. Arnold Mononutu

b.   Arnold Mononutu, TN

c.   Arnold Mononutu (Tn)

d.   Arnold Mononutu

e.   Mononutu, Arnold

 

30. Pada tanggal 25 Desember Bpk. Suwito yang berusia 55 tahun dan berasal dari Keluarga Besar Mangunkusastro Harus dirawat intensif karena komplikasi diagbetes yang telah 3 tahun dideritanya. Bpk. Suwito merupakan pasien baru karena selama menderita diates mellitus Bpk. Suwito hanya kontrol rutin di RS.X.

Bagaimanakah perekam medis menuliskan penamaan Bpk. Suwito di Rekam Medis miliknya?

a.   Suwito

b.   Bpk. Suwito

c.   Bpk. Suwito Mangunkusastro

d.   Suwito Mangunkusastro

e.   Mangunkusastro, Suwito

 

31. Pada tanggal 21 Januari 2017 Heni Andini Puti Bpk. Pusponegoro harus dirawat intensif karena didiagnosa oleh Dokter menderita Demam Berdarah di RS. Y dimana Heni merupakan pasien yang baru pertama kali dirawat di RS tersebut.

Bagaimanakah perekam medis menuliskan penamaan Heni Andini di Rekam Medis?

a.   Heni Andini

b.   Heni Andini Putri Bpk. Pusponegoro

c.   Heni Andiri Putri Pusponegoro

d.   Putri, Pusponegoro

e.   Pusponegoro, Heni Andini

 

32. Pada tanggal 30 Desember 2016 Ana Puspasari harus mendapatkan perawatan intensif karena kejang perut yang dialaminya pacsa menikah dengan suaminya yang bernama Hermansyah sebagai pasien baru.

Bagaimanakah perekam medis menuliskan penaman pasien Ana di Rekam Medis?

a.   Ana Puspitasari

b.   Puspitasari, Ana

c.   Ana Hermansyah

d.  Hermansyah, Ana

e.   Nyonya Ana Puspitasari Hermansyah

 

33. Pada tanggal 13 Agustus 2017 Ny. N datang dan menginap sebagai pasien baru di RSU Ummi Bengkulu untuk menjalani section ceasar  pada kehamilan pertama dikarenakan plasenta perivia totalis. Setelah lahir bayi Ny. N ternyata harus dirawat insentif di ruang perina karena didiagosa anemia dan harus mendapatkan transfusi darah.

Bagaimanakah perekam medis menuliskan penamaan pada bayi Ny. N yang belum sempat diberi nama?

a.   By.

b.   Ny. N

c.   By. Ny. N

d.   Ny. N. By

e.   By. N. Ny

 

34. Pada tanggal 29 Agustus 2018 Ny. N datang dan menginap di RSU Ummi Bengkulu untuk menjalani section ceasar pada kehamilan keduanya dikarenakan letak lintang dan memiliki resioko robek rahim. Bayi Ny. N lahir dengan kondisi yang sehat dengan panjang 51 cm dan berat 3,4 kg dan memiliki kulit yang putih bersih, akan tetapi Suami Ny.N yang bernama Feri akan memberikan nama ketika anak keduanya di aqiqah.

Bagaimanakah perekam medis menuliskan penamaan pada bayi Ny. N di Rekam Medis?

a.   By, Ny, N

b.   Ny, N, By

c.   Bayi, Feri

d.  Bayi Binti Feri

e.   Bayi Tuan Feri

 

35. Pada tanggal 30 November 2018 Istri Tuan Ritonga melahirkan anak pertamanya di RS. Carolus secara normal. Bayi Tuan Ritonga belum diizinkan diberi nama karena belum dibaptis.

Bagaimanakah perekam medis menuliskan penamaan pada Bayi Tuan Ritonga ?

a.   Tuan Ritonga, Bayi

b.   Bayi Tuan Ritonga

c.   Bayi, Tuan Ritonga

d.   Bayi Ritonga

e.   Ritonga, Bayi

 

36. Pada tanggal 18 November 2018 Bpk. Sutopo Lusumo yang berpangkat Mayor harus dirawat inseptif di RS.X didiagnosa dokter Typoid sebagai pasien yang baru pertama kali menginap.

Bagaimanakah perekam medis menuliskan penamaan Bpk. Sutopo Lusumo di Rekam Medis?

a.   Bpk. Sutopo Lusumo

b.   Bpk. Mayor Sutopo Lusumo

c.   Bpk. Sutopo Lusumo, Mayor

d.   Sutopo Lusumo (Mayor)

e.   Mayor Sutopo Lusumo

 

37. Ali Sadikin seorang Gubernur mendadak dibawa ke IGD RS.X karena serangan Jantung ketika beliau memimpin Rapat oleh Ajundannya. Ali Sadikin merupakan pasien yang pertama kali berobat di RS tersebut.

Bagaimanakah perekam medis menuliskan penamaan Ali Sadikin di RS tersebut?

a.   Ali Sadikin

b.   Gubernur Ali Sadikin

c.   (Gubernur) Ali Sadikin

d.  Ali Sadikin (Gubernur)

e.   Sadikin, Ali (Gubernur)

 

38. Pada tanggal 25 Desember 2019 Istri Bpk. Sumarno Notonegoro, SH membawa suaminya ke IGD RS.X karena demam tinggi yang tidak kunjung turun selama 3 hari dan disertai dengan diare. Suaminya merupakan pasien yang pertama kali berobat ke RS. Tersebut.

Bagaimanakah perekam medis menuliskan penamaan Bpk. Sumarno Notonegoro, SH di Rekam Medis miliknya?

a.   Sumarno Notonegoro, SH

b.   Sumarno Notonegoro, (SH)

c.   Notonegoro, Sumarno, SH

d.  Notonegoro, Sumarno (SH)

e.   (SH), Sumarno Notonegoro

 

39. Pada tanggal 10 Januari 2020 Bpk. Syamsudin dari Sumatera Barat bergelar Datuk Tumenggung harus dirawat intensif karena penyakit Diabetes Melitus yan sudah 2 tahun dideritanya di RS.A Sumatera Barat sebagai pasien baru.

Bagaimanakah perekam medis menuliskan penamaan Bpk. Syamsudin?

a.   Syamsudin

b.  Syamsudin Datuk Tumenggung

c.   Datuk Tumenggung, Syamsudin

d.   (Datuk Tumenggung), Syamsudin

e.   Syamsudin (Datuk Tumenggung)

 

40. Pada tanggal 12 Januari 2020 Umar yang memiliki gelar bangsawan dari Aceh harus dirawat di RS.X sebagai pasien baru karena demam tinggi yang diiringi dengan muntah dan tidak sudah 3 hari tidak ada nutrisi yang masuk ke dalam tubuh Umar sehingga Umar memengalami dehidrasi berat.

Bagaimanakah perekam medis menuliskan penamaan Umar?

a.   Umar

b.   Tengku Umar

c.   Umar, Tengku

d.   Umar (Tengku)

e.   (Tengku) Umar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *