Managemen Kesehatan 3

NASKAH SOAL

PENGELOLAAN REKAM MEDIS

By: Nofri Heltiani, S.Si, M.Kes

 

1.   Kepala Ruang Filing Rekam Medis RS.X sedang memonitor rak filing ternyata ditemukan banyak sekali map rekam medis yang rusak karena tidak mempu menopang isi rekam medis.

Apakah yang harus dilakukan Kepala Ruang Filing?

a.   Mengganti bahan map rekam medis dengan bahan yang kuat.

b.   Mendiskusi untuk melakukan desain map rekam medis kembali.

c.   Menata map rekam medis dengan punggung map rekam medis berada dibagian bawah.

d.   Menata map rekam medis dengan menggunakan guide card.

e.   Menata map rekam medis menjadi hanging map.

 

2.   An.X didiagnosa oleh dokter terkena leukemia yang menyebabkan An.X harus selalu kontrol rutin untuk memonitor perkembangan pengembatan terhadap penyakit yang dideritanya, sehingga menyebabkan rekam medis An.X menjadi tebal.

Apakah yang harus dilakukan perekam medis?

a.   Berkas Rekam Medis yang terlalu tebal dibiarkan menjadi tebal agar riwayat pengobatannya cepat ditelusuri.

b.   Berkas Rekam Medis yang terlalu tebal dipecah menjadi menjadi dua atau beberapa map dan masing-masing map pecahan diberi identitas pasien yang lengkap.

c.   Berkas Rekam Medis yang terlalu tebal dipecah menjadi menjadi dua atau beberapa map dan masing-masing map pecahan diberi nama pasien yang sama dengan tambahan keterangan misalnya “Vol.1 dari 2”, “Vol.2 dari 2” dan sebagainya.

d.   Berkas Rekam Medis yang terlalu tebal dipecah menjadi menjadi dua atau beberapa map dan masing-masing map pecahan diberi nomor rekam medis yang sama dengan tambahan keterangan misalnya “Vol.1 dari 2”, “Vol.2 dari 2” dan sebagainya.

e.   Berkas Rekam Medis yang terlalu tebal dipecah menjadi menjadi dua atau beberapa map dan masing-masing map pecahan diberi identitas pasien (nama dan nomor rekam medis) yang sama dengan tambahan keterangan misalnya “Vol.1 dari 2”, “Vol.2 dari 2” dan sebagainya.

 

3.   Unit Rekam Medis di RS. X terjadi kenaikan angka kejadian misfile yang tinggi setiap harinya, hal ini disebabkan salah satunya oleh penulisan Nomor Rekam Medis secara manual.

Apakah yang harus dilakukan perekam medis untuk menurunkan angka kejadian misfile?

a.   Menggunakan map (folder) rekam medis.

b.   Menggunakan rak sortir.

c.   Mengunakan petunjuk penyimpanan.

d.   Menggunakan color coding.

e.   Menggunakan giuide card.

 

4.   Penulisan Nomor Rekam Medis dibagi menjadi 3 kelompok, yaiu digit primer, digit sekunder dan digit tersier, sehingga untuk lebih mempermudahkan operasionalnya maka penulisan Nomor Rekam Medis sering sekali dikembangkan dengan menggunakan kode warna pada digit?

a.   Primer

b.   Sekunder

c.   Tersier

d.   Sekunder dan Tersier

e.   Primer, Sekunder dan Tersier

 

5.   Perekam Medis melakukan penyimpanan By. R dengan No.RM 65-27-98 setelah selesai imunisasi DPT di rak penyimpanan yang menggunakan kode warna dengan susunannya sebagai berikut: 0 = Hitam, 1 = Putih, 2 = Merah, 3 = Kuning, 4 = Hijau, 5 = Biru, 6 = Oranye, 7 = Ungu, 8 = Coklat, 9 = Abu-abu, pada digit primer sehingga tampak jelas walaupun dari kejauhan.

Apakah kode warna kelompok penyimpanan tersebut?

a.   Abu-abu – Coklat

b.   Merah – Ungu

c.   Oranye – Biru

d.   Biru – Oranye

e.   Putih – Ungu

 

6.   Nn. A masuk perawatan di RS. X yang memiliki kebijakan penulisan Nomor Rekam Medis menggunakan kode warna (0 = Ungu, 1 = Kuning, 2 = Hijau Tua, 3 = Oranye, 4 = Biru Muda, 5 = Coklat, 6 = Kemerahan, 7 = Hijau Muda, 8 = Merah, 9 = Biru Tua) dan tinta permanen adalah pada tanggal 2 November 2019 pukul 08.00 WIB sebagai pasien baru dan diberi No.RM 02-02-56.

Bagaimanakah penulisan Nomor Rekam Medis pada Map Rekam Medis Nn.A?

a.   Ungu Kuning-02-56

b.   Ungu Hijau Tua-02-56

c.   Ungu Oranye-02-56

d.   Ungu Biru Muda-02-56

e.   Ungu Coklat-02-56

 

7.   Tn. B datang dan berobat ke Poliklinik Penyakit Dalam RS. X yang memiliki kebijakan penulisan Nomor Rekam Medis menggunakan kode warna pada digit primer dan sekunder (0 = Ungu, 1 = Kuning, 2 = Hijau Tua, 3 = Oranye, 4 = Biru Muda, 5 = Coklat, 6 = Kemerahan, 7 = Hijau Muda, 8 = Merah, 9 = Biru Tua) dan tinta permanen  untuk kontrol rutin pada penyakit ginjal yang dideritanya sebagai pasien baru dan diberi No.RM 12-27-85.

Bagaimanakah penulisan Nomor Rekam Medis pada Map Rekam Medis Tn.B?

a.   Kuning Hijau Tua- Hijau Muda Hijau Tua -56

b.   Kuning Hijau Tua-Hijau Tua Hijau Muda-56

c.   Kuning Hijau Tua-Hijau Tua Hijau Tua-56

d.   Kuning Hijau Muda-Hijau Tua Hijau Muda-56

e.   Kuning Hijau Muda-Hijau Muda Hijau Tua-56

 

8.   Kepala Ruang Filing RS.X sedang memonitor keamanan fisik berkas rekam medis di rak penyimpanan manual yang berbentuk kayu dan terlihat sekumpulan rayap di salah satu sub rak penyimpanan yang sedang menggigit berkas rekam medis.

Apakah yang harus dilakukan Kepala Ruang Filing tersebut sebagai perekam medis?

a.   Meletakan APAR di ruang filing berkas rekam medis.

b.   Meletakan KAMFER disetiap sub rak penyimpanan berkas rekam medis.

c.   Meletakan pewangi ruangan di setiap sub rak penyimpanan berkas rekam medis.

d.   Memberikan alkohol pada setiap bagian kayu rak penyimpanan berkas rekam medis.

e.   Membersihan setiap sub rak penyimpan berkas rekam medis kemudian melakukan penyemprotan pestisida pada setiap sub rak tersebut.

 

9.   Pada awal tahun 2020 RS. X terkena banjir bandang yang menyebabkan rak filing di Instalasi RS tersebut tergenang oleh air banjir setinggi 1 meter.

Apakah yang harus dilakukan perekam medis?

a.   Mengganti dengan Filling Mobile/Bergerak.

b.   Mengganti dengan Rotary Filling.

c.   Mengganti dengan Roll O’Pack.

d.   Mengganti dengan penyimpanan Elektronik Filing.

e.   Mengganti dengan Lateral Filing Cabinet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *