Managemen Kesehatan 5

KUMPULAN SOAL VINYET

MANAJEMEN REKAM MEDIS “ASSEMBLING”

By: Nofri Heltiani, S.Si, M.Kes

 

1.   Pada tanggal 13 Agustus 2017 Ny. N datang dan menginap sebagai pasien baru di RSU Ummi Bengkulu untuk menjalani section ceasar  pada kehamilan pertama dikarenakan plasenta perivia totalis.

Bagaimanakah perekam medis melakuan assembling terhadap berkas rekam medis Ny.N pada kunjungan baru?

a.   Pembatas Masuk, Ringkasan Masuk dan Keluar, Surat Dokumen Pengantar, Catatan Perawat, Lembar Obtetrik, Catatan Persalinan, Lembaran Bayi Baru Lahir, Intruksi Dokter, Catatan Perkembangan, Lembar Konsultasi, Grafik Ibu (Grafik Nifas), Pengawasan Khusus, Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Salinan Resep, Resume Medis.

b.   Pembatas Masuk, Ringkasan Masuk dan Keluar, Surat Dokumen Pengantar, Intruksi Dokter, Lembar Obtetrik, Catatan Persalinan, Lembaran Bayi Baru Lahir, Catatan Perkembangan, Lembar Konsultasi, Catatan Perawat, Grafik Ibu (Grafik Nifas), Pengawasan Khusus, Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Salinan Resep, Resume Medis.

c.   Pembatas Masuk, Ringkasan Masuk dan Keluar, Surat Dokumen Pengantar, Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Lembar Obtetrik, Catatan Persalinan, Lembaran Bayi Baru Lahir, Intruksi Dokter, Catatan Perkembangan, Lembar Konsultasi, Catatan Perawat, Grafik Ibu (Grafik Nifas), Pengawasan Khusus, Salinan Resep, Resume Medis.

d.   Pembatas Masuk, Ringkasan Masuk dan Keluar, Surat Dokumen Pengantar, Lembar Obtetrik, Catatan Persalinan, Lembaran Bayi Baru Lahir, Intruksi Dokter, Catatan Perkembangan, Lembar Konsultasi, Catatan Perawat, Grafik Ibu (Grafik Nifas), Pengawasan Khusus, Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Salinan Resep, Resume Medis.

e.   Pembatas Masuk, Ringkasan Masuk dan Keluar, Surat Dokumen Pengantar, Lembar Obtetrik, Catatan Persalinan, Grafik Ibu (Grafik Nifas), Lembaran Bayi Baru Lahir, Intruksi Dokter, Catatan Perkembangan, Lembar Konsultasi, Catatan Perawat, Pengawasan Khusus, Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Salinan Resep, Resume Medis.

Alasan:

Assembling rekam medis pasien rawat inap kasus kebidanan adalah:

Pembatas Masuk, Ringkasan Masuk dan Keluar, Surat Dokumen Pengantar, Lembar Obtetrik, Catatan Persalinan, Lembaran Bayi Baru Lahir, Intruksi Dokter, Catatan Perkembangan, Lembar Konsultasi, Catatan Perawat, Grafik Ibu (grafik nifas), Pengawasan Khusus, Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Salinan Resep, Resume Medis.

 

2.   Pada tanggal 14 Agustus 2017 Ny. N melahirkan bayi pertamanya di RSU Ummi Bengkulu dengan cara section ceasar  dikarenakan plasenta perivia totalis.  Setelah lahir bayi Ny. N ternyata harus dirawat insentif di Ruang Perina dikarenakan pucat dan harus mendapatkan transfusi darah sehinga perekam medis harus menyiapkan dan melakukan assembling pada berkas rekam medis By.Ny.N.

Bagaimanakah urutan assembling berkas rekam medis By.Ny.N?

a.   Pembatas Masuk, Ringkasan Masuk dan Keluar, Riwayat Kelahiran, Intruksi Dokter, Catatan Perkembangan, Lembar Konsultasi, Catatan Perawat, Grafik Bayi, Pengawasan Khusus, Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Salinan Resep, Resume Medis.

b.   Pembatas Masuk, Ringkasan Masuk dan Keluar, Riwayat Kelahiran, Intruksi Dokter, Catatan Perawat, Catatan Perkembangan, Lembar Konsultasi, Grafik Bayi, Pengawasan Khusus, Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Salinan Resep, Resume Medis.

c.   Pembatas Masuk, Ringkasan Masuk dan Keluar, Riwayat Kelahiran, Intruksi Dokter, Lembar Konsultasi, Catatan Perawat, Grafik Bayi, Catatan Perkembangan, Pengawasan Khusus, Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Salinan Resep, Resume Medis.

d.   Pembatas Masuk, Ringkasan Masuk dan Keluar, Riwayat Kelahiran, Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Intruksi Dokter, Catatan Perkembangan, Lembar Konsultasi, Catatan Perawat, Grafik Bayi, Pengawasan Khusus, Salinan Resep, Resume Medis.

e.   Pembatas Masuk, Ringkasan Masuk dan Keluar, Riwayat Kelahiran, Intruksi Dokter, Lembar Konsultasi, Catatan Perawat, Pengawasan Khusus, Catatan Perkembangan, Grafik Bayi, Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Salinan Resep, Resume Medis.

Alasan:

Assembling rekam medis pasien rawat inap kasus bayi lahir adalah:

Pembatas Masuk, Ringkasan Masuk dan Keluar, Riwayat Kelahiran, Intruksi Dokter, Catatan Perkembangan, Lembar Konsultasi, Catatan Perawat, Grafik Bayi, Pengawasan Khusus, Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Salinan Resep, Resume Medis.

 

Referensi:

Direktorrat Jenderal Pelayanan Medik. 1997. Pedoman Rekam Medis. Jakarta: Depatemen Kesehatan RI.

 

3.   Tn.D berkunjung dan berobat ke Poliklinik Penyakit Dalam RS.A untuk kontrol rutin batu ginjal yang bersarang di ginjalnya. Setelah selesai pelayanan maka berkas rekam medis milikiTn.D akan dikembalikan ke ruang rekam medis.

Apakah yang dilakukan perekam medis ketika menerima berkas rekam medis Tn.D

a.   Merakit kembali formulir rekam medis ketika sampai di ruang assembling.

b.   Merakit kembali formulir rekam medis sambil mengendalikan penggunaan nomor rekam medis.

c.   Merakit kembali formulir rekam medis sambil mengendalikan isi rekam medis yang tidak lengkap.

d.   Merakit kembali formulir rekam medis sambil melakukan kegiatan penelitian terhadap kelengkapan data rekam medis dan kebenaran data pencatatan pada setiap lembar formulir.

e.   Merakit kembali formulir rekam medis sambil mencocokkan jumlah berkas rekam medis dengan jumlah pasien yang tercatat pada Sensus Harian Rawat Jalan.

Alasan:

Tugas pokok pelayanan rekam medis di assembling, yaitu:

1)   Terhadap Sensus Harian yang diterima

2)   Terhadap Berkas Rekam Medis yang Diterima;

a)  Merakit kembali formulir rekam medis bersamaan dengan itu melakukan kegiatan penelitain terhadap kelengkapan data rekam medis pada setiap lembar formulir rekam medis sesuai dengan kasusnya.

b)  Mencatatan hasil penelitian tersebut ke dalam formulir.

c)  Proses pengiriman berkas rekam medis yang lengkap.

d)  Proses pengiriman berkas rekam medis yang tidak lengkap.

e)  Mengambil kembali berkas rekam medis tidak lengkap 2 x 24 jam setelah waktu penyerahannya.

3)   Terhadap penggunaan nomor dan fomulir rekam medis

 

4.   Perekam medis di bagian assembling menerima berkas rekam medis Tn.D dari Poliklinik Penyakit Dalam untuk dilakukan perakitan sebelum berkas rekam medis Tn.D disimpan di rak filing rekam medis.

Bagaimanakah perekam medis melakukan assembling terhadap berkas rekam medis Tn.D?

a.   Merakit berkas rekam medis Tn.D dimulai dari; Lembar Dokumen Pengantar, Lembaran Poliklinik, Hasil Penunjang Penujang, Salinan Resep.

b.   Merakit berkas rekam medis Tn.D dimulai dari; Pembatas Poliklinik, Lembaran Poliklinik, Lembar Dokumen Pengantar, Hasil Penunjang Penujang, Salinan Resep.

c.   Merakit berkas rekam medis Tn.D dimulai dari; Pembatas Poliklinik, Lembar Dokumen Pengantar, Lembaran Poliklinik, Hasil Penunjang Penujang, Salinan Resep.

d.   Merakit berkas rekam medis Tn.D dimulai dari; Pembatas Poliklinik, Lembar Dokumen Pengantar, Lembaran Poliklinik, Salinan Resep, Hasil Penunjang Penujang.

e.   Merakit berkas rekam medis Tn.D dimulai dari; Pembatas Poliklinik, Lembar Dokumen Pengantar, Hasil Penunjang Penujang, Lembaran Poliklinik, Salinan Resep.

Alasan:

Assembling rekam medis pasien rawat jalan adalah:

Pembatas Poliklinik, Lembar Dokumen Pengantar, Lembaran Poliklinik, Hasil Pemeriksaan Penunjang, Salin Resep.

 

5.   Perekam medis di bagian assembling menerima berkas rekam medis Ny.N dari Ruang Yasmin RS.U untuk dilakukan perakitan sebelum disimpan di rak filing. Akan tetapi ketika proses perakitan diketahui lembar hasil pemeriksaan laboratorium tidak terdapat di dalam map rekam medis miliki Ny.N.

Apakah yang harus dilakukan oleh perekam medis pertama kali?

a.   Melaporkan kepada Kepala Rekam Medis.

b.   Menempelkan kertas kecil pada halaman depan map rekam medis.

c.   Membuat cacatan kecil pada buku ekspedisi.

d.   Menyarahkan berkas rekam medis yang tidak lengkap kepada unit pencatat dengan menggunakan buku ekspedisi untuk diteruskan pada petugas yang bertanggung jawab terhadap isi data rekam medis yang bersangkutan untuk dilengkapi.

e.   Menyimpan Kartu Kendali tanggal penyerahakn rekam medis yang tidak lengkap.

Alasan:

Alur Prosedur Tindak Lanjut pada Berkas Rekam Medis yang Tidak Lengkap, yaitu:

1)   Menempelkan kertas kecil pada halaman depan map rekam medis.

2)   Dengan menggunakan buku ekspedisi, menyerahkan berkas rekam medis yang tidak lengkap kepada unit pencatat untuk diteruskan pada petugas yang bertanggung jawab terhadap isi data rekam medis yang bersangkutan untuk dilengkapi.

3)   Menyimpan Kartu Kendali tanggal penyerahakn rekam medis yang tidak lengkap.

4)   Menggambil kembali rekam medis tidak lengkap 2 x 24 jam setelah waktu penyerahnya.

 

6.   Perekam medis di bagian assembling menerima berkas rekam medis By.Ny.N dari Ruang Perina setalah By.Ny.N dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang untuk dilakukan perakitan sebelum disimpan di rak filing. Dari proses perakitan yang dilakukan dapat dinyatakan berkas rekam medis By.Ny.N lengkap dari sisi formulirnya maupun kelengkapan data yang harus tercatat di dalam setiap formulir rekam medisnya.

Apakah proses selanjutnya yang harus dilakukan oleh perekam medis setalah rekam medis By.Ny.N dinyatakan lengkap?

a.   Menyerahkan berkas rekam medis ke bagian analising dan repoting

b.   Menyerahkan berkas rekam medis ke bagian koding

c.   Menyerahkan berkas rekam medis ke bagian indeksing

d.   Menyerahkan berkas rekam medis ke bagian koding dan indeksing

e.   Menyerahkan berkas rekam medis ke bagian filing

Alasan:

Jika berkas rekam medis telah dinyatakan lengkap maka selanjutnya akan diserahkan ke bagian koding dan indeksing untuk dilakukan pengkodean dan pengideksan penyakit, operasi, sebab kematian dan indeks dokter.

 

7.   Perekam medis di bagian assembling menerima Sensus Harian Rawat Jalan (SHRJ) setiap harinya kemudian melakukan mengecekan dengan cara mencocokkan antara jumlah berkas rekam medis dengan jumlah pasien yang tercatat pada SHRJ. Dari proses pengecek yang dilakukan dapat dinyatakan data antara jumlah pasien yang tercatat pada SHRJ sama dengan data jumlah rekam medis yang dipinjam.

Apakah proses selanjutnya yang harus dilakukan perekam medis data tersebut dinyatakan cocok?

a.   Menyerahkan SHRJ ke bagian Filing.

b.   Menyerahkan SHRJ ke bagian Analising.

c.   Menyerahkan SHRJ ke bagian Reporting.

d.   Menyerahkan SHRJ ke bagian Analising dan Repoting.

e.   Menyerahkan SHRJ ke bagian Pelaporan.

Alasan:

Jika Sensus Harian (Rawat Jalan, Rawat Inap, Rawat Darurat) selanjutnya akan diserahkan ke bagian analising dan reporting yang bertanggung jawab terhadap pengumpulan dan pengolahan data rekam medis untuk disusun laporan kegiatan pelayanan.

 

Referensi:

Indradi, R. 2013. Rekam Medis. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *